Home / Berita/ Ubah Limbah Jadi Cuan: Pemkab Muara Enim Dorong Perempuan Bangun Usaha Mandiri

Ubah Limbah Jadi Cuan: Pemkab Muara Enim Dorong Perempuan Bangun Usaha Mandiri

Pemkab Muara Enim melatih 40 perempuan mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan menciptakan peluang usaha baru di tingkat desa.

Editor: Kilasan
6 Mei 2026
07:23 WIB

Kilasan – Pemerintah Kabupaten Muara Enim mendorong perempuan menjadi motor penggerak ekonomi keluarga melalui pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis.

Program yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim ini diikuti 40 peserta dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Selasa (5/5/2026), di Aula KLA Muara Enim.

Peserta berasal dari kelompok rentan secara ekonomi, seperti perempuan kepala keluarga, perempuan tidak bekerja, hingga istri karyawan swasta yang berpotensi terdampak PHK. Mereka dibekali keterampilan untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Kepala Dinas PPPA Muara Enim, Husin Aswadi, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar edukasi, tetapi juga langkah konkret membuka peluang usaha baru.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin perempuan lebih mandiri dan mampu melihat limbah sebagai peluang ekonomi produktif,” ujarnya.

Peserta berasal dari sejumlah desa seperti Tegal Rejo, Muara Lawai, Kepur, hingga Muara Gula Baru, serta perwakilan organisasi perempuan seperti GOW, TP PKK, dan Dharma Wanita Persatuan.

Untuk menjamin kualitas pelatihan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya Ketua LPPM Universitas Serasan Muara Enim serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Bupati Muara Enim melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Andi Wijaya, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.

Menurutnya, pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan langkah strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

“Dari desa, kita dorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru yang digerakkan perempuan, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Pemkab juga berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat langsung diterapkan menjadi usaha nyata di lingkungan masing-masing.

Program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu menjadi sumber penghasilan baru, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di tingkat desa.(aep)

Topik Terkait