Kilasan – Penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan tim tanggap darurat mutlak diperlukan guna menjamin keselamatan operasional di sektor pertambangan yang memiliki profil risiko tinggi. Menjawab tantangan tersebut, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus mengasah kemampuan Emergency Response Team (ERT) miliknya melalui ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026.

Dalam kompetisi bergengsi yang digelar di Garuda Rescue Nusantara (GRN), Balikpapan, Kalimantan Timur tersebut, Tim ERT PTBA tampil impresif dengan memborong tiga prestasi sekaligus. Capaian ini mencatatkan tren positif dan peningkatan signifikan dibandingkan keikutsertaan pada tahun 2025 yang meraih dua penghargaan.
Mengusung tema “Face Up”, IMERC 2026 menjadi medan pembuktian bagi 24 tim ERT dari berbagai perusahaan tambang di Indonesia dan Australia. Selama ajang berlangsung, para personel diuji melalui berbagai simulasi skenario darurat yang dirancang semirip mungkin dengan insiden nyata di area pertambangan dan fasilitas pendukungnya.
Ujian ketahanan fisik, mental, dan teknis tersebut memaksa setiap personel untuk berpikir cepat dan bertindak presisi di bawah tekanan. Tantangan yang diberikan meliputi penyelamatan kecelakaan kendaraan (vehicle accident rescue), penyelamatan bawah air dan vertikal (underwater & vertical rescue), penanganan di ruang terbatas (confined space), operasi pemadaman kebakaran, hingga pengujian keterampilan teknis penguasaan alat individu.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa partisipasi dalam ajang ini bukan semata-mata untuk mengejar trofi prestisius, melainkan sebagai wadah kalibrasi untuk mengevaluasi kesiapsiagaan personel dalam menjaga keselamatan operasional perusahaan.
“Bagi PTBA, keselamatan merupakan prioritas mutlak yang harus didukung oleh kesiapan personel, keterampilan, dan koordinasi yang baik. Melalui partisipasi dalam IMERC, kami berharap Tim ERT dapat terus mengembangkan kompetensi, belajar dari pengalaman tim internasional, serta menerapkan berbagai pembelajaran tersebut untuk memperkuat respons darurat operasional kita,” tegas Bambang Ismawan, Kamis (22/10/2026).
Lebih dari sekadar kompetisi fisik, IMERC 2026 berdiri di atas tiga pilar utama: Challenge (Tantangan), Training (Pelatihan), dan Charity (Amal).
Pada pilar pelatihan, para personel PTBA dan peserta lainnya mendapatkan pembekalan Incident Management Training langsung dari instruktur ahli asal Australia. Pelatihan manajerial ini dirancang untuk mempertajam pemahaman komando, ketepatan pengambilan keputusan, dan efektivitas komunikasi saat menghadapi krisis besar berskala industri. Sementara itu, pilar kemanusiaan diwujudkan melalui penyerahan bantuan amal kepada Panti Asuhan Al-Firdaus di Kalimantan Selatan.
Ke depan, manajemen PTBA berkomitmen menjadikan seluruh pengalaman, teknik baru, dan evaluasi dari IMERC sebagai dasar penyempurnaan prosedur latihan dan simulasi tanggap darurat di lingkungan perusahaan.
PTBA meyakini bahwa kemampuan tanggap darurat yang terus diasah tidak hanya membangun budaya kerja yang aman, tangguh, dan adaptif, tetapi pada akhirnya akan menjadi faktor penentu dalam melindungi dan menyelamatkan jiwa manusia saat kondisi darurat benar-benar terjadi.(aep)
