Home / Berita/ Tim Gabungan Berpacu dengan Waktu Cari Pelajar 12 Tahun yang Hilang di Sungai Enim

Tim Gabungan Berpacu dengan Waktu Cari Pelajar 12 Tahun yang Hilang di Sungai Enim

Operasi pencarian seorang pelajar berusia 12 tahun yang dilaporkan hilang saat mandi di Sungai Enim, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, terus dilakukan. BPBD Kabupaten Muara Enim bersama Basarnas, TNI, Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, dan masyarakat mengerahkan personel serta perahu penyelamat untuk menyisir aliran sungai, namun hingga hari pertama korban masih belum ditemukan.

Editor: Kilasan
28 Juli 2026
20:04 WIB

Kilasan – Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Muara Enim, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat setempat berpacu dengan waktu melakukan pencarian terhadap seorang pelajar berusia 12 tahun yang dilaporkan hilang saat mandi di Sungai Enim, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul.

Korban diketahui bernama Farel Gibran (12), warga Bukit Agung, Kecamatan Lawang Kidul. Peristiwa terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 14.50 WIB ketika korban mandi dan bermain bersama sejumlah temannya di Sungai Enim.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan laporan kejadian langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel menuju lokasi untuk bergabung dalam operasi pencarian.

“BPBD menerima laporan kejadian dan langsung mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta pencarian bersama tim gabungan,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Operasi pencarian dilakukan dengan mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya perahu fiber BPBD, perahu karet Basarnas Muara Enim, dan perahu karet Dinas Pemadam Kebakaran Muara Enim.

Selain menyisir aliran sungai, tim juga melakukan pencarian dari darat dengan memantau bantaran sungai dalam radius sekitar 500 meter dari titik lokasi korban terakhir diduga terlihat.

Menurut Abdurrozieq, pencarian melibatkan unsur BPBD Kabupaten Muara Enim, Basarnas Muara Enim, Damkar Muara Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Koramil Keban Agung, Polsek Lawang Kidul, serta masyarakat sekitar yang ikut membantu proses pencarian.

Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memperluas area pencarian sekaligus mempercepat upaya menemukan korban.

Meski seluruh potensi yang tersedia telah dikerahkan, hingga operasi pencarian hari pertama ditutup pada pukul 17.30 WIB, korban masih belum ditemukan.

“Pencarian akan dilanjutkan pada hari kedua dengan melibatkan seluruh unsur tim gabungan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” kata Abdurrozieq.

BPBD Kabupaten Muara Enim juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama selama musim dengan kondisi arus yang dapat berubah sewaktu-waktu. Pengawasan orang tua terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.(aep)

Topik Terkait