Kilasan – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kembali diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggandeng Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Muara Enim menggelar Kelas Kreasi Vol. 7, sebuah program pemberdayaan yang tak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga membuka jalan nyata bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah BUMN Bukit Asam ini diikuti 30 peserta, dengan fokus pada peningkatan keterampilan praktis dan penciptaan peluang usaha. Program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat fondasi UMKM di daerah, terutama di tengah tantangan ekonomi yang menuntut adaptasi dan inovasi.
Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni, yang juga menjabat Ketua BKMT setempat, menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas seperti ini memiliki dampak strategis.
“Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga dapat berkembang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi umat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita berharap para peserta dapat lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Sumarni.
Ia menyoroti peran perempuan sebagai aktor penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga, sekaligus menekankan pentingnya keberlanjutan program.
“Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha harus terus dijaga. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan yang mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi korporasi, PTBA menempatkan program ini sebagai bagian dari strategi pemberdayaan berkelanjutan di wilayah operasional. Perusahaan tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Melalui program ini, kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelas Weny Yuliastuti.
Kelas Kreasi menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif dapat mempercepat peningkatan kualitas UMKM. Tidak hanya menciptakan pelaku usaha baru, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat berbasis keterampilan.(aep)
