Smartuzen – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bergerak cepat memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal pasca dinamika yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan tugas perangkat daerah yang digelar di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim, Kamis (11/6/2026), Sumarni menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus tetap bekerja profesional dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Rapat tersebut merupakan pertemuan perdana yang dipimpin Sumarni setelah resmi ditunjuk sebagai Plt Bupati Muara Enim. Kegiatan dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Emran Thabrani, Asisten I Andi Wijaya, Asisten III Risman Effendi, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Muara Enim.
Dalam arahannya, Sumarni meminta seluruh aparatur pemerintahan tidak terpengaruh oleh dinamika yang terjadi dan tetap menjalankan tugas sesuai aturan serta standar operasional yang berlaku.
“Saya sudah sampaikan kepada OPD mari bekerja dengan riang gembira, komunikasi lancar, dan saya siap menjamin tidak ada intervensi bekerjalah dengan SOP yang ada dan kami menjamin seluruh kecamatan akan kita samaratakan tidak ada kecamatan yang spesial, setelah ini kita akan mulai berbenah,” ujar Sumarni.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Kabupaten Muara Enim saat ini harus dijawab dengan langkah cepat agar tidak menimbulkan stagnasi birokrasi maupun terganggunya pelayanan publik.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan responsivitas terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Saya minta kerjasamanya yang nyata kepada seluruh OPD untuk melakukan evaluasi 20 program strategis dan kegiatan lain yang perlu penanganan cepat untuk bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Sumarni menegaskan bahwa program prioritas daerah yang tergabung dalam visi dan misi MEMBARA harus menjadi perhatian utama seluruh perangkat daerah karena merupakan program yang paling dinantikan masyarakat.
Ia meminta OPD terkait segera memetakan program yang telah berjalan, sedang berjalan, maupun yang belum terlaksana untuk dievaluasi dan dipercepat realisasinya.
Selain fokus pada program strategis, Plt Bupati juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi keluhan masyarakat, mulai dari banjir di kawasan perkotaan Muara Enim, kerusakan infrastruktur jalan, krisis pasokan listrik, layanan air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga distribusi pupuk bersubsidi.
“Kita harus kembali kepada tujuan utama pemerintahan, yakni melayani masyarakat. Program yang dibuat harus benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar menghabiskan anggaran,” tegas Sumarni.
Menurutnya, salah satu persoalan yang selama ini sering terjadi adalah kurangnya sinkronisasi antara program pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Akibatnya, berbagai program pembangunan yang telah dianggarkan belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
“Kalau membangun mudah namun memelihara atau memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuannya itu yang kadang tidak sesuai kenyataan. Masyarakat tidak mau tahu apapun alasannya mereka ingin pelayanan bagus, jalan mulus, listrik tidak byar pyet, air bersih lancar dan sebagainya,” jelasnya.
Untuk memperkuat pengawasan dan komunikasi pemerintahan, Sumarni juga meminta agar fasilitas Command Centre kembali diaktifkan. Melalui sistem tersebut, dirinya berharap dapat memantau langsung perkembangan kinerja OPD maupun kondisi di tingkat kecamatan secara lebih cepat dan efektif.
Selain itu, seluruh OPD juga diinstruksikan melakukan inventarisasi aset daerah secara menyeluruh, termasuk aset yang memiliki potensi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Menurutnya, masih banyak aset pemerintah yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara profesional dan didukung kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun pihak terkait lainnya.
Menghadapi tantangan pembangunan pada tahun 2027 mendatang, Sumarni meminta seluruh perangkat daerah bekerja lebih fokus dan terukur.
“Tantangan tahun 2027 tentu lebih berat dengan kondisi saat ini. Untuk itu saya meminta seluruh perangkat daerah fokus pada 20 program strategis yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Sebab keberhasilan pembangunan tidak diukur dari banyaknya program yang dibuat, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab persoalan rakyat,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Sumarni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, stabilitas, dan kondusivitas daerah di tengah situasi yang sedang dihadapi Kabupaten Muara Enim.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting untuk memastikan pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal demi kepentingan masyarakat.(aep)
