Home / Berita/ Ratusan Rumah Terendam Banjir Dini Hari di Muara Enim, Drainase Jadi Sorotan

Ratusan Rumah Terendam Banjir Dini Hari di Muara Enim, Drainase Jadi Sorotan

Banjir dini hari rendam ratusan rumah di Muara Enim. Drainase tak mampu menampung air jadi sorotan, warga butuh bantuan logistik.

Editor: Kilasan
14 April 2026
22:08 WIB

Kilasan – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Muara Enim pada Selasa dini hari menjadi alarm serius bagi tata kelola infrastruktur perkotaan. Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak malam hingga pagi hari menyebabkan ratusan rumah warga terendam, dengan sistem drainase yang dinilai tak mampu menampung debit air.

Berdasarkan laporan resmi Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Muara Enim, banjir terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di tiga wilayah terdampak, yakni Kelurahan Pasar II, Air Lintang, dan Tungkal.

Ketinggian muka air (TMA) sempat mencapai 60 hingga 100 cm, bahkan di beberapa titik dilaporkan lebih tinggi. Di Kelurahan Pasar II saja, tercatat sebanyak 450 kepala keluarga terdampak banjir akibat luapan air yang tidak tertampung drainase.

Sementara itu, di Kelurahan Air Lintang terdapat 202 kepala keluarga terdampak, dan di Kelurahan Tungkal sebanyak 25 kepala keluarga turut merasakan dampak serupa.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama, namun buruknya daya tampung saluran air memperparah kondisi hingga air meluap ke jalan dan permukiman warga.

Tim BPBD bersama instansi terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet dan peralatan mesin jinjing, sekaligus melakukan kaji cepat di lokasi terdampak.

Selain evakuasi, petugas juga membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir serta memberikan imbauan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Meski sempat melumpuhkan aktivitas warga selama sekitar 10 jam, kondisi terkini dilaporkan telah berangsur normal. Air telah surut, lalu lintas kembali lancar, dan masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa.

Namun, kebutuhan mendesak masih dibutuhkan, terutama bantuan logistik bagi warga terdampak yang kehilangan kenyamanan tempat tinggal sementara waktu.

Kejadian ini mempertegas pentingnya evaluasi sistem drainase dan mitigasi bencana berbasis wilayah. Tanpa perbaikan infrastruktur yang adaptif terhadap cuaca ekstrem, banjir berpotensi terus berulang dan menimbulkan kerugian lebih besar.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, terutama saat curah hujan tinggi, serta mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem penanganan banjir secara berkelanjutan.(aep)

Topik Terkait