Home / Berita/ Penghargaan Inovator Komunikasi Publik Inspiratif Plt Bupati Muara Enim Dipertanyakan oleh Mantan Ketua PWI Muara Enim

Penghargaan Inovator Komunikasi Publik Inspiratif Plt Bupati Muara Enim Dipertanyakan oleh Mantan Ketua PWI Muara Enim

Muara Enim, inilahmuaraenim.co.id – PLT Bupati Muara Enim menerima penghargaan “Inovator Komunikasi

Editor: Kilasan
10 September 2026
21:01 WIB

Muara Enim, inilahmuaraenim.co.id – PLT Bupati Muara Enim menerima penghargaan “Inovator Komunikasi Publik Inspiratif” oleh Kelik.com pada Rabu, 9 September 2026 di Surabaya, namun penghargaan ini memunculkan kritik dari kalangan wartawan di Kabupaten Muara Enim, karena penghargaan ini dinilai tidak Selaras dengan Kondisi di Lapangan.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh founder ketik.com Kgs. Firdaus di Surabaya dan diterima oleh Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si, yang disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PWI Pusat Akhmad Munir.

Namun, sejumlah jurnalis yang bertugas di Muara Enim mempertanyakan kelayakan penghargaan tersebut. Hal itu disampaikan Andi Candra, SE, yang merupakan wartawan Muara Enim sekaligus mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim.

“Secara pribadi saya mempertanyakan dasar pemberian penghargaan ini. Selama ini komunikasi Plt Bupati Muara Enim dengan wartawan yang ada di Muara Enim sangat tidak harmonis. Kesannya pilih-pilih wartawan saat jadi narasumber dan sangat sulit sekali diwawancarai,” ujar Andi Candra kepada awak media, Jum’at 10 September 2026.

Menurut Andi, fungsi komunikasi publik seorang kepala daerah seharusnya terbuka untuk semua media, bukan hanya media tertentu. “Kalau dibilang inovatif dan inspiratif dalam komunikasi publik, mestinya bisa ditemui, ditelepon, dan merespon semua wartawan.

Faktanya, kami di Muara Enim justru sering kesulitan konfirmasi. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” lanjutnya. Andi menambahkan, penghargaan dari lembaga eksternal seharusnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Jika tidak, dikhawatirkan penghargaan hanya menjadi seremonial tanpa mengukur praktik komunikasi yang sebenarnya.

Mengutif pernyataan dari Plt Bupati Muara Enim di Media sosial (Humas Muara Enim) dan RadioSuara Muara Enim “prestasi ini diberikan berkat keaktifan Pemkab Muara Enim dalam membuka ruang interaksi, menyampaikan informasi pelayanan publik secara informatif, serta memanfaatkan media sosial secara produktif. “Kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat adalah kunci untuk menyerap aspirasi dan membangun kepercayaan di era digital.”

Masih menurut Andi menilik pernyataan Plt bupati Muara Enim diatas menurutnya Plt Bupati Muara Enim terkesan mengesampingkan media online dan Media Cetak namun lebih mengutamakan media sosial. Padahal menurutnya Media online atau cetak punya payung hukum dan aturan yang jelas.

“Seperti kita ketahui bahwa Plt Bupati Muara Enim belakang sering menghindar saat diwawancarai oleh wartawan, hal tersebut menimpa salah satu anggota PWI Kabupaten Muara Enim, memang sudah ada pertemuan khusus yang diwakili oleh anggota PWI Kabupaten Muara Enim, namun Plt bupati Muara Enim belum meminta maaf secara terbuka di media online atau di media cetak, hal ini menimbulkan penafsiran yang berbeda dari beberapa wartawan, terlebih dengan pemberian penghargaan oleh kelik.com tersebut, dan sangat disayangkan juga,  penghargaan ini disaksikan oleh ketua PWI Pusat sementara anggotanya didaerah tidak dihargai, jadi sekali lagi saya mempertanyakan penghargaan yang diterima oleh Plt. Bupati Muara Enim.” tegasnya.(Ccn).

Topik Terkait