Home / Berita/ Panti Jompo Pertama di Muara Enim Dibangun, Jawaban atas Nasib Lansia Terlantar

Panti Jompo Pertama di Muara Enim Dibangun, Jawaban atas Nasib Lansia Terlantar

Panti jompo pertama di Muara Enim mulai dibangun. Inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap lansia terlantar yang selama ini belum memiliki tempat layak.

Editor: Kilasan
14 April 2026
20:39 WIB

Kilasan – Langkah nyata kepedulian terhadap lansia akhirnya dimulai di Kabupaten Muara Enim. Pembangunan Uma Wreda, yang akan menjadi panti jompo pertama di daerah tersebut, resmi ditandai dengan peletakan batu pertama oleh perwakilan pemerintah daerah.

Bupati Muara Enim melalui Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik, Juli Jumantan, memimpin prosesi peletakan batu pertama yang turut dihadiri Wakil Bupati Sumarni, Kepala Dinas Sosial Lido Septontoni, serta unsur Forkopimcam dan masyarakat.

Panti jompo ini berada di bawah naungan Yayasan Darussakinah Tanjung Enim, yang selama ini aktif melakukan kegiatan sosial langsung ke masyarakat.

Pembina yayasan, Filliandri, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan Uma Wreda lahir dari realita pahit yang mereka temui di lapangan.

“Kami sering menemukan lansia yang hidup sebatang kara, bahkan ada yang sakit dan ditinggalkan keluarganya. Ini yang mengetuk hati kami,” ujarnya.

Selama ini, ketiadaan fasilitas panti jompo di Muara Enim memaksa pemerintah dan relawan harus menitipkan lansia ke luar daerah seperti Palembang dan Ogan Ilir. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal, baik dari sisi kemanusiaan maupun efisiensi penanganan.

“Karena belum ada wadah di Muara Enim, kami terpaksa menitipkan mereka ke luar daerah,” tambahnya.

Pembangunan Uma Wreda ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun. Ke depan, panti ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang pembinaan agar lansia tetap produktif dan bahagia.

Filliandri menegaskan, pembangunan ini murni dilandasi niat sosial, bukan kepentingan popularitas.

“Tujuannya semata-mata untuk kemanusiaan, agar para lansia bisa hidup layak dan penuh kasih sayang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim pun menyambut baik inisiatif tersebut. Dalam sambutannya, Juli Jumantan menilai pembangunan panti jompo ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok rentan.

“Ini adalah wujud kepedulian kita terhadap lansia. Kami mengajak semua pihak untuk mendukung agar pembangunan ini segera selesai dan bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Kehadiran Uma Wreda diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menangani persoalan lansia terlantar di Muara Enim, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam bidang kesejahteraan sosial.(aep)

Topik Terkait