Home / Berita/ Kurangi Impor LPG, PT Bukit Asam Tbk Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi DME

Kurangi Impor LPG, PT Bukit Asam Tbk Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi DME

PT Bukit Asam Tbk bersama mitra strategis mengembangkan DME sebagai pengganti LPG impor, memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus mendorong nilai tambah batu bara.

Editor: Kilasan
6 Mei 2026
14:00 WIB

Kilasan – Upaya Indonesia mengurangi ketergantungan impor energi kian diperkuat melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama mitra strategis mendorong percepatan proyek ini sebagai solusi substitusi LPG berbasis sumber daya dalam negeri.

Langkah ini menjadi krusial di tengah tekanan global akibat fluktuasi harga energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.

Sebagai anggota holding industri pertambangan MIND ID, PTBA bersinergi dengan Pertamina untuk menghadirkan energi alternatif yang lebih mandiri sekaligus menciptakan nilai tambah dari komoditas batu bara.

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proyek DME di Tanjung Enim merupakan bagian dari percepatan proyek strategis nasional.

“Pengembangan DME menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang saat ini masih sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional,” ujarnya dalam groundbreaking fase II.

Hal senada disampaikan Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, yang menilai proyek ini memiliki manfaat besar bagi negara, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Banyak keuntungan negara yang tidak tercatat dalam pembukuan korporasi, namun berdampak besar bagi kemandirian energi dan ekonomi nasional,” tegasnya.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menambahkan bahwa hilirisasi merupakan strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar industrialisasi, tetapi bagian dari upaya menjawab tantangan energi nasional.

“Proyek ini sejalan dengan penguatan kedaulatan energi, peningkatan nilai tambah sumber daya, serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan,” jelasnya.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyebut pengembangan DME sebagai langkah strategis dalam transformasi bisnis sekaligus solusi jangka panjang penghematan devisa negara.

Selain mengurangi impor LPG, proyek ini juga diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat industri turunan dalam negeri.

Dengan dukungan pemerintah dan sinergi lintas sektor, hilirisasi batu bara menjadi DME diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting menuju kemandirian energi Indonesia yang berkelanjutan.(aep)

Topik Terkait