Home / Berita/ Korban Bus ALS Meninggal, Polda Sumsel Kawal Pemulangan Jenazah hingga Jawa Tengah

Korban Bus ALS Meninggal, Polda Sumsel Kawal Pemulangan Jenazah hingga Jawa Tengah

Korban kecelakaan Bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di RSUD Rupit. Polda Sumsel mengawal pemulangan jenazah korban hingga ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan kepada keluarga korban.

Editor: Kilasan
9 Mei 2026
23:13 WIB

Kilasan – Kepedulian dan empati ditunjukkan Polda Sumatera Selatan terhadap korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Salah satu korban yang sempat menjalani perawatan intensif akhirnya meninggal dunia dan jenazahnya dikawal hingga dipulangkan ke kampung halaman di Jawa Tengah.

Korban diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Kabupaten Tegal. Almarhum meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSUD Rupit akibat luka berat yang dideritanya sejak kecelakaan terjadi pada 6 Mei 2026.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung diberangkatkan dari RSUD Rupit menuju Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk proses pemulasaran jenazah.

Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 18.35 WIB, jenazah dimandikan dan dimasukkan ke dalam peti sebelum diberangkatkan menuju RS Bhayangkara Polda Sumsel guna melengkapi administrasi dan dokumen yang diperlukan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Palembang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Pengawalan dilakukan secara estafet oleh jajaran Satlantas di berbagai wilayah yang dilalui, mulai dari Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, hingga Prabumulih.

Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya korban.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Muhamad Tahrul Hubaidi. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada Sabtu dini hari (9/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah kembali diberangkatkan menuju Kabupaten Tegal sesuai permintaan keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan pengawalan dan pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat.

“Polda Sumsel bersama jajaran berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga korban, mulai dari penanganan medis, administrasi hingga pengawalan pemulangan jenazah agar seluruh proses berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam pengawalan lintas wilayah sehingga proses pemulangan jenazah dapat berlangsung tertib dan kondusif.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus menunjukkan peran aparat kepolisian tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga menghadirkan pelayanan humanis bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah.(aep)

Topik Terkait