Home / Berita/ Harga Batu Bara Anjlok, PT Bukit Asam Tbk Justru Tancap Gas: Produksi Tembus 47,2 Juta Ton di 2025

Harga Batu Bara Anjlok, PT Bukit Asam Tbk Justru Tancap Gas: Produksi Tembus 47,2 Juta Ton di 2025

Di tengah harga batu bara global yang turun, PTBA justru mencatat produksi 47,2 juta ton dan memperluas pasar hingga Eropa. Bukti ketahanan bisnis di tengah tekanan global.

Editor: Kilasan
18 April 2026
08:53 WIB

Kilasan – Di tengah tekanan harga batu bara global yang terkoreksi tajam, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) justru menunjukkan ketangguhan bisnis dengan mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.(18/04)

Perusahaan anggota MIND ID ini berhasil meningkatkan produksi sebesar 9% menjadi 47,2 juta ton, sementara volume penjualan naik 6% menjadi 45,4 juta ton.

Kenaikan produksi dan penjualan ini tidak lepas dari strategi adaptif yang diterapkan perusahaan, baik di sektor hulu maupun hilir.

Volume angkutan batu bara juga ikut terdongkrak 6%, dari 38,2 juta ton menjadi 40,4 juta ton, menandakan rantai pasok yang tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar global.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi bukti nyata ketahanan operasional perusahaan.

“Tahun 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22%, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut melalui efisiensi dan perluasan pasar,” ujarnya.

Sebagai pilar ketahanan energi nasional, PTBA mengalokasikan 54% penjualannya untuk pasar domestik. Sementara itu, 46% lainnya diserap pasar ekspor.

Selain memperkuat pasar Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, PTBA juga berhasil menembus pasar baru di Eropa, yakni Spanyol dan Rumania.

Langkah ini mempertegas strategi diversifikasi pasar guna mengurangi ketergantungan terhadap satu kawasan.

Dari sisi keuangan, PTBA tetap mencatatkan kinerja sehat dengan laba bersih Rp2,93 triliun dan EBITDA sebesar Rp6,08 triliun.

Yang menarik, arus kas operasi justru meningkat signifikan 24% menjadi Rp6,26 triliun—indikator kuat bahwa fundamental bisnis perusahaan tetap kokoh meski harga global melemah.

Total aset perusahaan juga tumbuh menjadi Rp43,92 triliun, didorong oleh investasi strategis.

Sepanjang 2025, realisasi belanja modal (CapEx) mencapai Rp4,55 triliun, difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek jalur angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan.

Memasuki 2026, PTBA semakin agresif dengan target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton, didukung persetujuan RKAB tanpa pemangkasan volume.

Strategi cost leadership melalui selective mining dan optimalisasi rantai pasok akan menjadi motor utama menjaga daya saing.

Kinerja PTBA menunjukkan bahwa di tengah volatilitas global, perusahaan tambang nasional masih mampu menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

Dengan fondasi keuangan yang kuat dan ekspansi pasar yang terarah, PTBA optimistis dapat terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.(aep)

Topik Terkait