Kilasan – Paradigma pariwisata di Kabupaten Muara Enim memasuki babak baru yang lebih progresif. Plumeria Eco Park kini secara resmi memperluas fungsinya dari sekadar destinasi rekreasi dan wisata sehat menjadi ekosistem terpadu untuk pendidikan, literasi, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Transformasi strategis ini ditandai dengan soft launching (peluncuran awal) Kampung Inggris dan Plumeria Co-Working Space yang digelar pada Selasa (13/10/2026). Inisiatif yang dinaungi oleh Yayasan Pendidikan Plumeria ini mengusung semangat kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim.
Founder Plumeria Eco Park, dr. Dolli Sitompul, menegaskan bahwa inovasi ini adalah manifestasi dari visi besar perusahaan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) daerah yang berdaya saing global.
“Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Plumeria tidak hanya sebagai destinasi wisata semata, tetapi juga menjadi wadah masyarakat—khususnya anak muda—untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi diri yang mereka miliki secara maksimal,” terang dr. Dolli dalam sambutannya.
Sebagai episentrum edukasi, kawasan ini kini dilengkapi dengan sarana pembelajaran bahasa asing intensif melalui Kampung Inggris. Sementara itu, untuk menjawab tantangan era digital, Plumeria menghadirkan Co-Working Space eksklusif yang di dalamnya terdapat Studio Radio Plumeria FM serta ruang podcast mutakhir.
Kehadiran IGI dan PWI sebagai mitra strategis memiliki peran yang sangat esensial. IGI akan menjadi tulang punggung dalam memperkuat kurikulum dan kegiatan pembelajaran edukatif. Di sisi lain, insan pers dari PWI akan mentransfer ilmu terkait literasi media, keterampilan jurnalistik, hingga bimbingan produksi konten kreatif bagi generasi milenial dan Gen Z.
Sinergi yang mengawinkan sektor pariwisata, pendidikan, dan media ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muara Enim, Vivi Mariani, menilai langkah Plumeria sangat sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat literasi digital masyarakat.
“Harapannya, fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana belajar dan berkolaborasi bagi anak-anak muda daerah. Mereka kini memiliki ruang yang representatif untuk berekspresi dan meningkatkan kemampuan sesuai potensi masing-masing,” ujar Vivi.
Tingginya antusiasme lintas sektor terhadap program ini juga terlihat dari daftar tamu undangan yang hadir. Acara peluncuran tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perpustakaan Daerah, dan Dinas Kesehatan.
Turut hadir memberikan dukungan moral, Pembina Yayasan Plumeria H. Taufik Rahman, S.H., tokoh masyarakat Shinta Paramitha dan A. Dessi Puspa Asni, Ketua PWI Muara Enim Sigit Eko Raharjo, S.E., Ketua IGI Muara Enim Ardi Saputra, S.T., M.Pd., serta jajaran unsur Tripika dan berbagai komunitas lokal.
Dengan fasilitas yang kini terbuka lebar, Plumeria Eco Park diproyeksikan tidak hanya menjadi taman rekreasi keluarga, melainkan rahim lahirnya karya-karya kreatif dan gagasan inovatif dari para pemuda kebanggaan Bumi Serasan Sekundang.(aep)
