Home / Berita/ Asrama Mahasiswa Rp4 Miliar Belum Diresmikan, Pemkab Muara Enim Tahan Operasional Hingga Fasilitas dan Verifikasi Tuntas

Asrama Mahasiswa Rp4 Miliar Belum Diresmikan, Pemkab Muara Enim Tahan Operasional Hingga Fasilitas dan Verifikasi Tuntas

Meski pembangunan fisik Asrama Mahasiswa Muara Enim di Yogyakarta senilai sekitar Rp4 miliar dinilai hampir rampung, Pemkab Muara Enim belum akan meresmikannya. Pemerintah masih menunggu penyelesaian fasilitas pendukung, verifikasi teknis, dan administrasi agar gedung siap difungsikan secara optimal bagi mahasiswa.

Editor: Kilasan
5 Agustus 2026
10:27 WIB

Kilasan – Gedung Asrama Mahasiswa Kabupaten Muara Enim di Yogyakarta yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp4 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2025 belum akan diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Meski pembangunan fisik dinilai secara umum telah selesai, pemerintah memastikan bangunan tersebut belum siap dioperasikan secara penuh karena masih terdapat sejumlah pekerjaan dan tahapan administrasi yang harus dituntaskan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim yang juga menjabat Asisten I Setda, Andi Wijaya, mengatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan kondisi bangunan telah berdiri dengan baik. Namun, pemerintah belum dapat menyimpulkan seluruh pekerjaan telah selesai sesuai kontrak karena masih diperlukan proses pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.

“Kalau kami lihat secara kasat mata memang bangunannya sudah selesai dan kondisinya baik. Namun, untuk memastikan seluruh pekerjaan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis, tentu harus dilakukan pemeriksaan oleh tenaga ahli yang berwenang,” ujarnya.

Menurut Andi, salah satu alasan belum diresmikannya gedung tersebut ialah belum tersedianya sarana pendukung berupa mebel yang dibutuhkan agar asrama dapat difungsikan sebagai tempat tinggal mahasiswa. Saat ini fasilitas yang telah tersedia baru sebatas instalasi kelistrikan.

Selain itu, Pemkab Muara Enim juga masih merencanakan pembangunan taman sebagai bagian dari penyempurnaan kawasan asrama. Namun rencana tersebut berpotensi mengalami penyesuaian karena mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

“Pemerintah ingin ketika asrama diresmikan, kondisinya benar-benar siap dimanfaatkan sehingga mahasiswa dapat menempati fasilitas yang layak, aman, dan nyaman,” katanya.

Meski proses peresmian belum dilakukan, kebutuhan mahasiswa terhadap keberadaan asrama menjadi perhatian pemerintah. Untuk itu, Pemkab Muara Enim memberikan izin terbatas kepada Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Muara Enim memanfaatkan gedung sebagai sekretariat organisasi sekaligus membantu menjaga aset daerah tersebut.

Namun demikian, pemerintah menegaskan penggunaan tersebut hanya bersifat sementara dan belum merupakan operasional penuh sebagai asrama mahasiswa.

Pemkab juga masih menunggu surat resmi dari pengurus IKPM terkait permohonan pengelolaan sementara serta usulan pelaksanaan peresmian gedung.

Andi menegaskan, aset bangunan memang telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim, tetapi peresmian oleh Plt Bupati baru akan dilaksanakan setelah seluruh persyaratan teknis, fasilitas pendukung, dan administrasi dinyatakan lengkap.

Langkah tersebut, menurut pemerintah, dilakukan untuk memastikan aset daerah yang dibangun menggunakan anggaran publik dapat dimanfaatkan secara optimal sejak pertama kali dioperasikan.

Asrama mahasiswa yang berada di kawasan Condong Catur, Yogyakarta, itu diproyeksikan menjadi fasilitas hunian yang lebih representatif bagi mahasiswa asal Kabupaten Muara Enim yang sedang menempuh pendidikan di Kota Pelajar. Kehadirannya diharapkan mampu mendukung kenyamanan belajar sekaligus menjadi pusat aktivitas organisasi mahasiswa daerah.(aep)

Topik Terkait