Home / Berita/ Dokter Prancis Buktikan Teori Bertahan Hidup di Laut, Terapung 65 Hari Tanpa Bekal Makanan dan Air

Dokter Prancis Buktikan Teori Bertahan Hidup di Laut, Terapung 65 Hari Tanpa Bekal Makanan dan Air

Smartizen – Sebuah eksperimen ekstrem yang dilakukan dokter dan ahli biologi asal Prancis, Alain Bombard, menjadi salah satu kisah paling […]

Editor: Kilasan
13 Juni 2026
10:03 WIB

Kilasan – Sebuah eksperimen ekstrem yang dilakukan dokter dan ahli biologi asal Prancis, Alain Bombard, menjadi salah satu kisah paling kontroversial sekaligus berpengaruh dalam sejarah keselamatan pelayaran dunia.

Berangkat dari keyakinannya bahwa banyak korban kapal karam meninggal bukan semata karena kelaparan atau kehausan, melainkan akibat kepanikan, ketakutan, dan hilangnya harapan, Bombard memutuskan menguji teorinya secara langsung dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.  

Pada 19 Oktober 1952, Bombard memulai pelayaran melintasi Samudra Atlantik menggunakan perahu karet kecil bernama L’Hérétique (Sang Bidah) dari Kepulauan Canary menuju Karibia. Dalam perjalanan tersebut, ia tidak membawa persediaan makanan maupun air minum untuk dikonsumsi selama pelayaran.  

Selama 65 hari terombang-ambing di lautan, Bombard bertahan hidup dengan memakan ikan hasil tangkapan, plankton, serta memanfaatkan cairan yang diperoleh dari daging ikan. Ia juga mengonsumsi air laut dalam jumlah terbatas sesuai perhitungan yang diyakininya aman untuk memperpanjang peluang hidup saat tidak tersedia air hujan.  

Perjalanan tersebut berlangsung penuh risiko. Selain menghadapi badai, panas matahari, dan kesendirian di tengah samudra, kondisi fisiknya terus menurun. Ketika akhirnya tiba di Barbados pada Desember 1952, Bombard dilaporkan kehilangan sekitar 25 kilogram berat badan dan mengalami gangguan kesehatan akibat kerasnya perjalanan. Namun ia berhasil menyelesaikan misinya dalam keadaan hidup.  

Eksperimen itu kemudian menarik perhatian dunia internasional. Melalui bukunya berjudul The Bombard Story atau Naufragé Volontaire, Bombard memaparkan hasil pengamatannya mengenai teknik bertahan hidup di laut. Penelitiannya turut mendorong perkembangan perlengkapan keselamatan maritim modern dan memengaruhi kajian tentang survival di laut.  

Meski demikian, sejumlah ahli tetap memperdebatkan sebagian kesimpulannya, terutama terkait konsumsi air laut. Hingga kini, pandangan medis modern umumnya tidak merekomendasikan meminum air laut sebagai sumber hidrasi utama karena kandungan garamnya dapat memperburuk dehidrasi. Namun, kontribusi Bombard dalam memahami faktor psikologis yang memengaruhi peluang hidup korban kapal karam tetap diakui dalam dunia keselamatan pelayaran.  

Kisah Alain Bombard menunjukkan bahwa selain kebutuhan fisik, faktor mental memiliki peran penting dalam situasi bertahan hidup. Meski teorinya masih menjadi bahan diskusi ilmiah, pelayaran nekat yang dilakukannya pada 1952 tercatat sebagai salah satu eksperimen survival paling berani yang pernah dilakukan manusia.

Topik Terkait