Home / Berita/ Kemenag Muara Enim Edukasi Pelajar SMAN 1 Ujan Mas Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

Kemenag Muara Enim Edukasi Pelajar SMAN 1 Ujan Mas Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMAN 1 Ujan Mas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang bahaya pernikahan usia dini, pentingnya kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting sejak remaja.

Editor: Kilasan
4 Juni 2026
23:09 WIB

KilasanĀ – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muara Enim terus memperkuat edukasi kepada generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Ujan Mas dengan fokus pada pencegahan pernikahan usia dini dan stunting.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) tersebut menghadirkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ujan Mas, Abdur Rahman, serta narasumber dari Puskesmas Ujan Mas.

Program BRUS diikuti oleh para pelajar sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran remaja mengenai pentingnya perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, pendidikan, serta kesiapan dalam membangun keluarga yang berkualitas.

Dalam penyampaian materinya, Abdur Rahman menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya soal usia atau mengikuti tren di lingkungan pergaulan, melainkan membutuhkan kesiapan yang matang dari berbagai aspek kehidupan.

“Pernikahan itu ibadah yang membutuhkan kesiapan. Jangan sampai karena menikah terlalu dini, pendidikan terputus dan masa depan menjadi taruhannya,” ujar Abdur Rahman.

Ia menjelaskan bahwa pernikahan usia anak berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial maupun ekonomi di kemudian hari. Selain itu, pasangan yang belum siap secara fisik dan mental juga berisiko menghadapi tantangan dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Menurutnya, pernikahan dini juga berkaitan erat dengan meningkatnya risiko stunting pada anak. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat kurangnya kesiapan orang tua dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, gizi, serta pola pengasuhan yang optimal bagi anak.

“Pernikahan usia dini tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas generasi yang dilahirkan. Karena itu, remaja perlu memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan,” katanya.

Sementara itu, narasumber dari Puskesmas Ujan Mas memberikan edukasi mengenai kesehatan remaja dan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini sebagai langkah pencegahan stunting.

Para peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga asupan gizi, kesehatan reproduksi, serta perilaku hidup bersih dan sehat guna mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui kegiatan BRUS, Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim berharap para pelajar dapat lebih memahami pentingnya merencanakan masa depan secara matang, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum membangun kehidupan berkeluarga.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka pernikahan usia anak dan mempercepat penurunan angka stunting melalui edukasi yang menyasar kalangan remaja sebagai calon generasi penerus bangsa.(aep)

Topik Terkait