Kilasan – Komitmen menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi (PROAKSI) 2026 yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kalapas Muara Enim, Auliya Zulfahmi, menegaskan bahwa program ini dirancang secara terstruktur dan berorientasi pada hasil, guna memastikan warga binaan memiliki bekal kompetensi saat kembali ke masyarakat.
“Program ini menggunakan modul terintegrasi dan didukung kemitraan kuat dengan PKBM. Tidak hanya itu, petugas internal juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, Lapas Muara Enim bekerja sama dengan PKBM Trio Insan Mandiri Muara Enim sebagai mitra utama. Kolaborasi ini memastikan proses belajar berjalan sesuai standar pendidikan kesetaraan dan menghasilkan ijazah yang diakui.
Menariknya, pembelajaran tidak hanya mengandalkan tenaga eksternal. Pegawai lapas yang memiliki latar belakang pendidikan dan kompetensi mengajar turut menjadi instruktur, sehingga proses pembinaan berlangsung lebih intensif dan berkelanjutan.
Selain itu, keterlibatan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia turut memberikan energi baru dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di lingkungan lapas.
Program ini menjadi wujud nyata transformasi pembinaan di lapas, dari sekadar menjalani masa pidana menjadi proses peningkatan kualitas diri. Dengan pendekatan pendidikan yang sistematis, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesiapan untuk reintegrasi sosial.
Langkah ini sejalan dengan tujuan PROAKSI 2026 yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk bagi warga binaan, agar mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan mandiri.(aep)
