Kilasan – Hantaman angin kencang disertai hujan lebat dan petir yang terjadi hampir bersamaan di dua kawasan berbeda menunjukkan bahwa ancaman cuaca ekstrem di Muara Enim bukan lagi insiden tunggal, melainkan pola yang perlu diwaspadai serius.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB itu menerjang permukiman warga di Jalan Pesirah, Perum Residence, serta kawasan Pasar Tanjung Enim. Dampaknya tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengganggu infrastruktur vital.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, menegaskan bahwa kejadian dipicu cuaca ekstrem yang datang tanpa peringatan.
“Angin kencang muncul secara tiba-tiba sebelum hujan turun, dengan intensitas hujan sedang hingga lebat disertai petir. Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 WIB,” ujar Rozieq, Minggu 26 April 2026.
Kerusakan paling dominan terjadi pada bagian atap rumah warga. Material seperti seng dan multiroof dilaporkan terlepas, bahkan beberapa plafon rumah bagian depan ambruk akibat terpaan angin.
“Mayoritas kerusakan terjadi pada atap rumah warga, termasuk material multi roof dan seng yang terlepas. Bahkan beberapa plafon rumah bagian depan juga mengalami kerusakan,” jelasnya.
Selain bangunan, jaringan listrik dan internet turut terdampak. Aliran listrik di Kecamatan Muara Enim sempat padam selama dua hingga tiga jam sebelum akhirnya kembali normal, menandakan rentannya infrastruktur terhadap tekanan cuaca ekstrem.
Di lokasi berbeda, kawasan Pasar Tanjung Enim juga mengalami kerusakan serupa. Sebagian atap pasar dilaporkan ambruk, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Respons cepat langsung dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang turun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat, pendataan, serta penyaluran bantuan darurat kepada warga terdampak.
“TRC BPBD bersama warga dan Ketua RT segera melakukan respon cepat di lokasi. Kami juga menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan dan terpal untuk warga terdampak,” kata Rozieq.
Perbaikan juga melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN Rayon Muara Enim yang bergerak cepat memulihkan jaringan listrik, sementara gangguan internet ditangani melalui koordinasi warga dengan penyedia layanan.
Saat ini, kondisi di kedua lokasi dilaporkan mulai pulih. Listrik telah kembali stabil, warga bergotong royong membersihkan puing-puing, dan cuaca berangsur cerah.
“Untuk kondisi terkini sudah kondusif. Listrik sudah normal, warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa material yang rusak, dan situasi cuaca juga sudah membaik,” pungkasnya.(aep)
