Home / Berita/ 11 Hari Hilang, Lansia Ditemukan Tewas di Kebun Karet: Polisi Pastikan Penyelidikan Tetap Berjalan

11 Hari Hilang, Lansia Ditemukan Tewas di Kebun Karet: Polisi Pastikan Penyelidikan Tetap Berjalan

Kasus ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menyoroti kerentanan lansia dalam aspek keselamatan. Meski autopsi tidak dilakukan, penyelidikan tetap penting untuk memastikan tidak ada unsur pidana. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan perlu menjadi perhatian bersama, baik keluarga maupun lingkungan sekitar

Editor: Kilasan
23 April 2026
19:48 WIB

Kilasan – Penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia di kebun karet, Kelurahan Gelumbang, memunculkan duka sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat. Korban, Palahia (87), sebelumnya dilaporkan hilang dan baru ditemukan setelah hampir dua pekan pencarian.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat warga menemukan korban dalam kondisi tergeletak terlentang di area kebun karet. Lokasi penemuan yang relatif sepi memperkuat kekhawatiran warga terkait keselamatan lansia yang tinggal sendiri atau beraktivitas tanpa pengawasan.

Kapolres Muara Enim, Hendri Syaputra melalui Kasi Humas RTM Situmorang membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi awal hilangnya korban.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diketahui terakhir kali meninggalkan rumahnya pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB,” ujar Kasi Humas AKP RTM Situmorang, Kamis 23 April 2026.

Sejak saat itu, korban tidak kembali ke rumah. Upaya pencarian pun dilakukan oleh keluarga bersama warga selama kurang lebih 11 hari, sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Setelah ditemukan, warga langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Gelumbang untuk dilakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa tas selempang milik korban. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mengurai kemungkinan penyebab kematian.

Di sisi lain, keluarga korban memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Meski demikian, aparat memastikan proses penyelidikan tetap berjalan untuk menutup ruang spekulasi.

“Meski demikian, penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini,” pungkasnya.

Keputusan keluarga menolak autopsi menjadi tantangan tersendiri dalam mengungkap penyebab pasti kematian. Namun, langkah kepolisian yang tetap melanjutkan penyelidikan menunjukkan komitmen untuk menjaga transparansi dan kepastian hukum.(aep)

Topik Terkait