Home / Berita/ 163 Rolling Door Raib di Pasar Inpres Muara Enim, Bupati Edison Murka: “Ini Sistematis!”

163 Rolling Door Raib di Pasar Inpres Muara Enim, Bupati Edison Murka: “Ini Sistematis!”

Kasus ini menjadi alarm keras bagi tata kelola aset daerah di Muara Enim. Bukan hanya soal kehilangan barang, tetapi soal kepercayaan publik yang ikut dipertaruhkan.

Editor: Kilasan
21 April 2026
18:54 WIB

Kilasan – Bupati Muara Enim, Edison, dibuat geram saat meninjau langsung kondisi Blok A Gedung Pasar Inpres Muara Enim, Selasa (21/4/2026). Pasalnya, sebanyak 163 rolling door kios dan 24 pintu kamar mandi (WC) dilaporkan hilang diduga dicuri secara masif.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Disperindag ESDM Bhakti, Kepala Bappeda Emran Tabrani, Kepala Dinas PUPR Suhermansyah, Kasat Pol PP Dedi Suryanto Fuadi, Camat Muara Enim Elvik Fransiska, serta Kepala UPTD Pasar Muara Enim Firmansyah.

“Semua rolling door di lantai 3 Blok A ini sudah hilang. Jumlahnya 163 kios. Ini tidak masuk akal kalau bukan dilakukan secara terencana dan sistematis,” tegas Edison.

Bupati menilai pencurian dalam skala besar tersebut mustahil dilakukan secara spontan. Ia menduga kuat aksi ini melibatkan lebih dari satu pelaku dengan perencanaan matang, termasuk penggunaan kendaraan untuk mengangkut barang.

“Ini tidak mungkin dibawa satu dua orang. Pasti ada kendaraan. Artinya ini terorganisir dan harus diusut tuntas,” ujarnya.

Informasi awal menyebutkan, kehilangan tersebut terjadi sebelum Hari Raya Idulfitri. Namun, lemahnya pengawasan membuat kasus ini baru terungkap secara masif setelah kondisi kios dicek langsung.

Edison juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama aset daerah hilang secara misterius. Sebelumnya, pintu pengendali kolam retensi yang dibangun untuk pengendalian banjir juga dilaporkan hilang.

“Ini yang kedua kali. Sangat memalukan. Aset daerah hilang tanpa pengawasan,” katanya dengan nada kecewa.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan proses olah TKP sudah dilakukan. Bupati pun meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait pelaku atau penadah untuk segera melapor.

Selain proses hukum, sorotan tajam juga diarahkan pada lemahnya sistem pengamanan pasar.

“Saya geram karena tidak ada sistem pengamanan. Padahal ini aset milik rakyat. Tidak boleh dibiarkan seperti ini,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Muara Enim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar, termasuk rencana perbaikan fasilitas dan pemanfaatan kembali kios-kios yang ada.

Bupati juga menegaskan bahwa kehilangan barang milik pedagang tidak bisa dianggap sepele dan menjadi tanggung jawab pengelola pasar.

“Masyarakat sudah bayar retribusi. Artinya, mereka berhak mendapatkan keamanan. Ini harus jadi tanggung jawab pengelola,” pungkasnya.

Kasus hilangnya ratusan rolling door ini mengindikasikan bukan sekadar pencurian biasa, melainkan dugaan kejahatan terorganisir yang memanfaatkan lemahnya pengawasan aset publik. Skala kehilangan dan lokasi kejadian yang berada di pusat aktivitas ekonomi memperkuat indikasi adanya celah serius dalam sistem pengelolaan.

Tanpa perbaikan sistem keamanan dan pengawasan yang ketat, kejadian serupa berpotensi terulang—bahkan dengan kerugian yang lebih besar.(aep)

Topik Terkait