Home / Berita/ Wisuda 90 Santri Al-Ittifaqiah, Plt Bupati Sumarni Dorong Generasi Muda Cinta Al-Qur’an

Wisuda 90 Santri Al-Ittifaqiah, Plt Bupati Sumarni Dorong Generasi Muda Cinta Al-Qur’an

Plt Bupati Muara Enim Sumarni menegaskan peran strategis santri sebagai agen perubahan di tengah tantangan era digital saat menghadiri Haflah Akhir Sanah dan Wisuda Angkatan IV Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Kampus Lencah. Sebanyak 90 santri dan siswa resmi diwisuda pada kegiatan tersebut.

Editor: Kilasan
16 Juni 2026
01:03 WIB

Kilasan – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup generasi muda, peran santri dinilai semakin penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan moral masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., saat menghadiri Haflah Akhir Sanah dan Wisuda Angkatan IV Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Kampus Lencah Tahun Ajaran 2025-2026 di Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Senin (15/6/2026).

Pada prosesi wisuda yang berlangsung khidmat tersebut, sebanyak 28 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), 22 siswa Madrasah Aliyah (MA), dan 40 santri program Tahfidz resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

Dalam sambutannya, Sumarni menekankan bahwa santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan di tengah berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, keberadaan santri tidak hanya penting dalam lingkungan pesantren, tetapi juga dibutuhkan di tengah masyarakat sebagai generasi yang mampu membawa nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan umat.

“Santri memiliki peran besar sebagai agen perubahan dalam memberikan pencerahan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Sumarni menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang telah mengubah kebiasaan anak-anak dan remaja.

Menurutnya, penggunaan telepon pintar yang semakin masif sering kali membuat sebagian generasi muda lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas digital dibandingkan memperdalam ilmu agama.

Ia berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi teladan sekaligus motor penggerak dalam membangun generasi muda yang mencintai Al-Qur’an dan memiliki akhlak mulia.

“Para santri diharapkan mampu mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan memiliki karakter yang kuat,” katanya.

Selain menyoroti peran santri, Plt Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan melalui peningkatan sarana dan prasarana pondok pesantren.

Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program bantuan, termasuk hibah kendaraan operasional bagi lembaga pendidikan keagamaan.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah daerah telah merealisasikan bantuan enam unit kendaraan roda empat untuk sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Muara Enim.

Program tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran aktivitas pendidikan, pembinaan santri, serta mendukung kegiatan dakwah di lingkungan pesantren.

“Kami berharap ke depan jumlah bantuan kendaraan operasional ini dapat terus ditingkatkan sehingga lebih banyak pondok pesantren yang merasakan manfaatnya,” ujar Sumarni.

Melalui dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, Pemkab Muara Enim berharap pondok pesantren dapat terus berperan sebagai pusat pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda yang beriman, berilmu, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.(aep)

Topik Terkait