Kilasan – Ancaman krisis air bersih saat musim kemarau serta rentannya sanitasi lingkungan yang memicu stunting, direspons cepat oleh PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL). Melalui pilar Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan ini bergerak masif membangun puluhan sarana infrastruktur air bersih dan sanitasi untuk masyarakat di kawasan ring operasional.
Sepanjang tahun 2026, PT TeL tercatat telah merampungkan pembangunan 61 fasilitas pemenuhan kebutuhan dasar. Infrastruktur tersebut mencakup 24 unit sumur gali, 4 unit sumur bor, serta 33 unit jamban sehat yang tersebar di belasan desa.
Secara rinci, sarana sumur gali dibangun di Desa Muara Niru, Kuripan Selatan, Banuayu, Baturaja, Dangku, Gerinam, Tebat Agung, Lubuk Raman, Dalam, Belimbing, dan Darmo Kasih. Sementara 4 unit sumur bor dipusatkan di Desa Pangkalan Babat, Kahuripan Baru, Siku, dan Kasih Dewa.
Untuk fasilitas sanitasi, 33 jamban sehat dialokasikan bagi warga Desa Dangku, Siku, Kahuripan Baru, Pangkalan Babat, Banuayu, Berugo, Darmo Kasih, Jemenang, dan Tanjung Menang.
Sebagai penanda rampungnya program tahun ini, manajemen PT TeL telah menggelar peresmian simbolis sumur bor di Desa Pangkalan Babat pada 2 Oktober 2026 lalu, yang turut dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing desa penerima manfaat.
Langkah PT TeL tidak dilakukan secara sporadis. Penentuan titik lokasi pembangunan merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan data valid di lapangan. Perusahaan secara aktif menggandeng pemerintah desa serta Puskesmas Empat Petulai Dangku, Puskesmas Tebat Agung, dan Puskesmas Teluk Lubuk.
Sinergi medis ini bertujuan memetakan kawasan mana saja yang paling mendesak membutuhkan intervensi sanitasi. “Penyediaan sarana sanitasi yang layak menjadi bentuk dukungan konkret dalam membentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ketersediaan jamban memadai ini diyakini sangat krusial untuk mencegah berbagai persoalan medis primer, khususnya ancaman stunting yang masih menjadi atensi di sejumlah desa,” demikian kutipan capaian program perusahaan.
Kehadiran puluhan sumur ini juga menjadi oasis bagi warga yang kerap kesulitan air saat kemarau melanda. Selama ini, sebagian besar aktivitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hingga kebutuhan konsumsi masyarakat pedesaan masih sangat bergantung pada sumber air alami, terutama aliran Sungai Lematang.
Kini, dengan sumber air yang berjarak sangat dekat dari permukiman, aktivitas harian masyarakat dapat dilakukan dengan jauh lebih praktis dan higienis.
Secara akumulatif, sejak tahun 2019 hingga saat ini, PT TeL mencatat telah menyalurkan total 24 unit sumur gali, 29 unit sumur bor, dan 231 unit jamban sehat. Konsistensi ini mempertegas arah program CSR PT TeL yang fokus pada pilar Infrastruktur, Pengembangan Kapasitas Bidang Kesehatan, serta Konservasi Lingkungan demi terciptanya tatanan masyarakat yang lebih mandiri dan sehat.(aep)
