Home / Berita/ Tiga Titik Api Karhutla Muncul di Muara Enim, BPBD: Berhasil Dipadamkan dalam Sehari

Tiga Titik Api Karhutla Muncul di Muara Enim, BPBD: Berhasil Dipadamkan dalam Sehari

Tiga titik api karhutla di Kecamatan Lembak, Gelumbang, dan Lubai, Kabupaten Muara Enim berhasil dipadamkan dalam satu hari. BPBD Muara Enim mengingatkan bahwa tidak semua hotspot merupakan kebakaran, serta memperkuat patroli menghadapi musim kemarau dan ancaman El Nino.

Editor: Kilasan
19 Mei 2026
23:24 WIB

Kilasan – Tim gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muara Enim bergerak cepat memadamkan tiga titik api yang muncul di sejumlah wilayah saat musim kemarau mulai meningkat. Ketiga titik api tersebut berhasil dikendalikan hanya dalam waktu satu hari.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra mengatakan titik api terpantau berada di wilayah Kecamatan Lembak, Gelumbang, dan Lubai.

“Kalau titik api sampai saat ini baru terpantau tiga titik dan semuanya bisa dipadamkan dalam satu hari oleh tim darat bersama satgas udara,” ujar Abdurrozieq, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung lebih cepat karena kebakaran yang terjadi tidak berada di lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah dikendalikan dibanding kebakaran pada lahan gambut yang biasanya menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat.

Abdurrozieq juga menjelaskan bahwa tidak seluruh titik panas atau hotspot yang terdeteksi satelit otomatis menunjukkan adanya kebakaran di lapangan.

Ia menegaskan terdapat perbedaan antara hotspot dan firespot. Hotspot hanya berupa indikasi panas yang tertangkap satelit, sedangkan firespot menunjukkan adanya api nyata di lokasi.

“Hotspot belum tentu firespot. Firespot itu memang ada api, biasanya karena masyarakat membuka kebun,” jelasnya.

Ia menambahkan sejumlah hotspot yang terpantau di kawasan Tanjung Agung dan Tanjung Enim sering kali dipengaruhi aktivitas lain seperti pertambangan, proses flaring gas, hingga pantulan panas dari bangunan beratap seng berukuran besar.

“Kalau hotspot di Tanjung Agung dan Tanjung Enim biasanya dari tambang. Ada juga dari flaring gas Pertamina dan atap seng besar yang memunculkan panas,” katanya.

Menghadapi ancaman musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni terus memperkuat patroli terpadu dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga telah mengimbau perusahaan melalui dinas terkait serta surat edaran agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Abdurrozieq menegaskan aparat penegak hukum akan mengambil tindakan jika ditemukan unsur kesengajaan pembakaran lahan oleh perusahaan.

“Tak hanya itu, bantuan water bombing juga tidak akan diterjunkan kalau memang itu pembakaran lahan oleh perusahaan,” tegasnya.

Langkah cepat pemadaman ini menjadi bagian dari upaya antisipasi dini untuk mencegah karhutla meluas dan menghindari dampak kabut asap saat musim kemarau.(aep)

Topik Terkait