Home / Berita/ Sinergi Lintas Sektor: PWI, Masata, dan IGI Muara Enim Rumuskan Strategi Integrasi Pariwisata dan Edukasi

Sinergi Lintas Sektor: PWI, Masata, dan IGI Muara Enim Rumuskan Strategi Integrasi Pariwisata dan Edukasi

Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Muara Enim tidak lagi bisa mengandalkan kerja tunggal. Mengambil peran sebagai katalisator, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggandeng Masyarakat Sadar Wisata (Masata) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) guna mengoptimalkan promosi daerah yang tidak hanya berorientasi komersial, tetapi juga sarat nilai edukasi.

Editor: Kilasan
26 September 2026
09:12 WIB

Kilasan – Kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Muara Enim membutuhkan ekosistem kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan. Mengakselerasi hal tersebut, kekuatan media, pelaku pariwisata, dan praktisi pendidikan sepakat merapatkan barisan guna menciptakan strategi promosi daerah yang inovatif.

Komitmen ini mengemuka dalam diskusi Coffee Morning yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim bersama Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan tokoh masyarakat setempat. Bertempat di Ruang Rapat Plumeria Eco Park, Muara Enim, Jumat (25/9/2026), forum berjalan dalam suasana diskusi santai namun membedah substansi strategis terkait kemajuan daerah.

Ketua PWI Kabupaten Muara Enim, Sigit Eko Raharjo, menegaskan bahwa media saat ini telah bertransformasi dari sekadar penyampai informasi menjadi mitra strategis pembangunan.

“Forum ini penting untuk saling menggali potensi. Dari Masata kita bisa mengetahui kondisi riil pariwisata daerah, IGI menyampaikan ide-ide membangun dari perspektif pendidikan, sementara PWI memaparkan lanskap ekosistem media saat ini guna mendukung promosi,” papar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menyoroti bahwa disrupsi digital justru membuka peluang masif bagi kampanye pariwisata. Media, menurutnya, harus menjadi sarana edukasi yang secara komprehensif mampu memetakan sekaligus memperkenalkan destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif Muara Enim kepada audiens yang lebih luas. Secara konkret, PWI menyatakan kesiapannya untuk mendampingi pengelola Plumeria Eco Park dalam memberikan nilai tambah melalui strategi pemasaran digital yang tepat sasaran.

Gagasan integrasi tersebut mendapat respons positif dari pelaku industri pariwisata. Ketua Masata Muara Enim sekaligus Owner Plumeria Eco Park, dr. Doli Sitompul, menilai kehadiran PWI dapat menjembatani celah informasi antara pengelola destinasi dan masyarakat.

Menurut dr. Doli, potensi wisata alam dan buatan di Muara Enim sangat melimpah, namun kerap terkendala pada aspek branding. “Informasi yang dikemas secara profesional dan aktual oleh rekan-rekan media sangat esensial untuk membantu masyarakat dan calon wisatawan mengenal lebih jauh keunggulan destinasi kita,” jelasnya.

Dukungan terhadap sinergi tripartit (Media-Pariwisata-Pendidikan) ini juga disuarakan oleh tokoh masyarakat Muara Enim, H. Taufik Rahman SH. Ia menekankan bahwa terobosan baru tidak akan lahir tanpa adanya pertukaran ide lintas disiplin ilmu.

“Kolaborasi itu penting. Mudah-mudahan sinergi antara IGI, Plumeria Eco Park, dan PWI ini bisa segera membuahkan inovasi-inovasi dan kreativitas yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Taufik.

Keterlibatan sektor pendidikan dalam forum ini turut mempertegas arah pengembangan SDM daerah. Ketua IGI Muara Enim, Ardi Saputra, menyatakan dunia pendidikan siap menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi yang melek wisata. Menurut Ardi, kolaborasi ini krusial untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya kreatif secara ekonomi, tetapi juga adaptif dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata lokal.(aep)

Topik Terkait