Home / Berita/ Pipa Minyak Pertamina Kembali Bocor, Warga Tanjung Terang Desak Perbaikan Permanen

Pipa Minyak Pertamina Kembali Bocor, Warga Tanjung Terang Desak Perbaikan Permanen

Kebocoran pipa minyak milik Pertamina UP Limau kembali terjadi di Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang. Sedikitnya tujuh rumah warga terdampak dan masyarakat mendesak peremajaan pipa secara permanen karena kebocoran serupa disebut telah berulang kali terjadi.

Editor: Kilasan
17 Juni 2026
06:33 WIB

Kilasan – Warga Dusun III, Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, kembali dibuat resah akibat kebocoran pipa minyak milik Pertamina UP Limau yang terjadi pada Minggu (14/6/2026).

Peristiwa yang disebut bukan kali pertama itu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena dinilai berpotensi mengancam keselamatan warga sekaligus mencemari lingkungan, terutama sumber air bersih yang selama ini digunakan masyarakat.

Sedikitnya tujuh rumah warga terdampak dalam kejadian tersebut, yakni milik Mustakim (58), Malauwani (50), Heri Adlani (35), Peson (43), Suparman (45), Rahmat (49), dan Pahrul (51).

Salah seorang warga terdampak, Mustakim, mengatakan kebocoran pipa minyak tersebut diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Dari hasil pengamatan warga, ditemukan sedikitnya empat titik kebocoran yang berdampak langsung terhadap kawasan permukiman.

“Kejadian kebocoran ini sudah beberapa kali terjadi namun penanganannya hanya sementara tidak permanent sehingga kembali bocor. Pipa diduga sudah korosi harusnya peremajaan diganti yang baru,” tegas Mustakim, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, selama ini pihak perusahaan hanya melakukan perbaikan sementara menggunakan metode klam atau penjepit pipa. Cara tersebut dinilai tidak mampu menyelesaikan akar persoalan karena kebocoran terus berulang.

Mustakim berharap Pertamina segera melakukan penggantian pipa secara menyeluruh apabila memang kondisi pipa sudah mengalami korosi akibat usia pemakaian yang panjang.

Selain itu, warga juga meminta perhatian terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama terkait kebutuhan air bersih dan kerugian material yang dialami masyarakat.

“Saat ini warga terdampak sangat memerlukan air bersih dan pihak Pertamina melakukan pembersihan dan pengecekan terhadap sumur milik warga serta meminta ganti rugi materil akibat kejadian tersebut. Dan masih beruntung kebocoran tersebut cepat diketahui,” harapnya.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kapolsek Gunung Megang AKP KMS Erwin membenarkan adanya kebocoran pipa minyak yang berdampak pada permukiman warga di Dusun III Desa Tanjung Terang.

Menurut Kapolsek, pihak Pertamina telah melakukan penanganan awal berupa perbaikan terhadap titik kebocoran serta pembersihan area yang terdampak.

“Saat ini pihak Pertamina telah melakukan perbaikan pipa yang bocor dan sedang melakukan pembersihan di halaman rumah warga serta mengambil sample air dari sumur warga yang terdampak untuk di periksa,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis awal di lapangan, kata Kapolsek, kebocoran diduga disebabkan kondisi pipa yang telah mengalami korosi atau karena kurang optimalnya pemeliharaan secara berkala.

Ia menjelaskan bahwa metode perbaikan menggunakan klam hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan kerusakan pada badan pipa yang sudah rapuh.

“Kejadian tersebut sudah berulang dan sebaiknya diperbaiki secara permanen supaya tidak bocor lagi. Jika tidak segera diatasi, khawatir terhadap risiko kebakaran serta pencemaran lingkungan (air dan tanah) yang dapat mengganggu aktivitas dan sumur warga,” jelasnya.

Saat ini kepolisian bersama pemerintah desa dan pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak serta potensi kerugian yang dialami warga.

Selain itu, koordinasi dengan Pertamina UP Limau juga terus dilakukan guna memastikan adanya langkah perbaikan permanen serta upaya pemulihan lingkungan di lokasi terdampak.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang mengingat keberadaan pipa minyak tersebut berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Mereka menilai langkah perbaikan permanen menjadi solusi penting untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi.(aep)

Topik Terkait