Home / Berita/ Panen Raya Melon di Lapas Muara Enim, Jadi Bekal Warga Binaan Menuju Kemandirian

Panen Raya Melon di Lapas Muara Enim, Jadi Bekal Warga Binaan Menuju Kemandirian

Panen raya melon di Lapas Kelas IIB Muara Enim menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Selain memanfaatkan lahan, budidaya tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman dan keterampilan pertanian sebagai salah satu bekal sebelum kembali ke masyarakat.

Editor: Kilasan
19 September 2026
15:08 WIB

Kilasan – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui panen raya melon yang dikembangkan di lingkungan Lapas, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan lahan sekaligus pengembangan keterampilan warga binaan melalui sektor pertanian.

Panen dilakukan setelah tanaman melon melewati proses budidaya dan perawatan hingga menghasilkan buah yang siap dipanen. Hasil tersebut menjadi gambaran dari proses pembinaan kemandirian yang dikembangkan secara produktif di lingkungan Lapas.

Kalapas Muara Enim, Auliya Zulfahmi, mengatakan budidaya melon merupakan salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk memberikan keterampilan dan pengalaman produktif bagi warga binaan.

“Program budidaya melon ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus kami kembangkan. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang positif,” ujar Kalapas Muara Enim.

Menurutnya, pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan Lapas merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi yang tersedia sekaligus mendukung program pembinaan warga binaan.

Panen raya melon tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil budidaya yang telah dilakukan, sekaligus mendorong agar kegiatan serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui pembinaan di bidang pertanian, Lapas Muara Enim berupaya memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi salah satu bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membangun kebiasaan bekerja, keterampilan, serta semangat kemandirian selama warga binaan menjalani masa pembinaan.(aep)

Topik Terkait