Kilasan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim memperketat sistem pengawasan internal guna mencegah munculnya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Upaya preventif ini diwujudkan melalui kegiatan patroli rutin bertajuk Tour to Branggang yang digelar pada Minggu (11/10/2026).
Operasi penyisiran area branggang (jalur pembatas antara tembok blok hunian dan tembok utama luar lapas) ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib), Teguh Agung. Dengan melibatkan jajaran pejabat struktural dan staf lapas, petugas turun langsung memantau kondisi fisik bangunan dan lingkungan sekitar.
Langkah taktis ini krusial dilakukan mengingat area branggang kerap menjadi titik buta (blind spot) yang rawan dimanfaatkan untuk penyelundupan barang terlarang maupun potensi pelarian.
“Pengecekan secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terkendali. Dengan turun langsung ke area branggang, petugas dapat mengetahui kondisi aktual di lapangan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap aspek keamanan,” jelas Teguh Agung mewakili Kalapas Muara Enim.
Menariknya, agenda Tour to Branggang tidak hanya berfokus pada pendekatan keamanan (sekuriti). Dalam pelaksanaannya, patroli ini juga diintegrasikan dengan kegiatan kebersihan lingkungan (korve). Para petugas dibagi ke dalam beberapa kelompok tugas untuk membersihkan semak belukar, memungut sampah, dan merapikan sisa material di sepanjang area perimeter.
Pendekatan ganda ini bertujuan memastikan area lapas tidak hanya aman dari celah pelanggaran, tetapi juga tertata, bersih, dan higienis. Lingkungan yang terawat diyakini akan mendukung terciptanya suasana kondusif di dalam lapas.
“Dengan kebersamaan dan kekompakan, kita ingin menghadirkan lingkungan lapas yang bersih dan tertib. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap area-area rawan gangguan kamtib,” tegas Teguh.
Melalui konsistensi pelaksanaan Tour to Branggang, pihak Lapas Kelas IIB Muara Enim berharap dapat terus menumbuhkan kedisiplinan serta rasa tanggung jawab kolektif pada seluruh jajaran petugas. Kewaspadaan yang terbangun dari rutinitas ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang aman dan berintegritas.(aep)
