Home / Berita/ Bocah 6 Tahun yang Tenggelam Saat Memancing di Tanjung Enim Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 6 Tahun yang Tenggelam Saat Memancing di Tanjung Enim Ditemukan Meninggal Dunia

Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat memancing di aliran anak Sungai Enim, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Selasa (30/6/2026) siang.

Editor: Kilasan
30 Juni 2026
17:12 WIB

Kilasan – Seorang bocah laki-laki berinisial D (6) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di aliran anak Sungai Enim, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Selasa (30/6/2026).

Korban sebelumnya diduga hanyut saat memancing bersama teman-teman sebayanya. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar 20 meter dari lokasi awal diduga terjatuh ke sungai.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, korban diduga terjatuh ke sungai saat memancing bersama teman-temannya hingga kemudian hanyut terbawa arus.

“Mendapat laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Muara Enim langsung bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit mobil rescue dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer,” ujar Abdurrozieq.

Sesampainya di lokasi, personel BPBD bergabung dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian di sekitar titik korban diduga tenggelam.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Muara Enim, Basarnas Muara Enim, Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Muara Enim, Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul, Babinsa, Polsek Lawang Kidul, Emergency Response Team (ERT) perusahaan, serta masyarakat setempat.

Dalam proses pencarian, tim menggunakan satu unit mobil rescue dan satu set perahu karet untuk menyisir aliran sungai.

Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 14.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung sekitar 20 meter dari titik awal diduga terjatuh.

“Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung sekitar 20 meter dari titik awal diduga terjatuh ke sungai,” jelas Abdurrozieq.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya. Tim SAR gabungan kemudian menggelar briefing penutupan operasi pencarian bersama seluruh personel yang terlibat.

Selain melakukan evaluasi operasi, petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan maupun ketika debit air meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain atau beraktivitas di sekitar sungai. Kewaspadaan orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.(aep)

Topik Terkait