Home / Berita/ Angkat Wastra Lokal ke Kancah Nasional, PTBA Boyong Tiga Produk Unggulan UMKM Binaan ke INACRAFT 2026

Angkat Wastra Lokal ke Kancah Nasional, PTBA Boyong Tiga Produk Unggulan UMKM Binaan ke INACRAFT 2026

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali membuktikan komitmennya dalam memberdayakan UMKM binaan dengan memboyong tiga wastra (kain tradisional) unggulan ke ajang pameran bergengsi INACRAFT 2026 di JCC. Keikutsertaan Tapis Pringsewu, Batik Kujur, dan Songket Silungkang tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses pasar bisnis, tetapi juga sebagai langkah strategis menjaga kelestarian warisan budaya Nusantara.

Editor: Kilasan
12 Oktober 2026
12:21 WIB

Kilasan – Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), terus menunjukkan konsistensinya dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Dukungan tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra binaannya untuk unjuk gigi dalam pameran kerajinan terbesar, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam perhelatan yang berlangsung pada Jumat (9/10/2026) ini, PTBA menghadirkan tiga produk kriya kain tradisional (wastra) kebanggaan dari tiga provinsi berbeda. Ketiga produk tersebut meliputi Tapis Pringsewu asal Lampung, Batik Kujur khas Tanjung Enim, Sumatera Selatan, serta Songket Silungkang dari Sumatera Barat.

Pengunjung terlihat sedang berselfi ria.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM adalah wujud nyata komitmen perusahaan untuk menciptakan efek ganda (multiplier effect), yakni mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus merawat warisan budaya bangsa.

“PTBA berkomitmen mendampingi UMKM mitra binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing. Melalui panggung INACRAFT 2026 ini, kami membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih masif, meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus menjaga muruah warisan budaya Indonesia,” papar Bambang Ismawan.

Bambang optimis, ekspansi pasar melalui pameran berskala nasional hingga internasional ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan skala usaha, penciptaan lapangan kerja baru di daerah, serta peningkatan kesejahteraan para perajin.

Antusiasme pengunjung.

Kehadiran di INACRAFT 2026 disambut antusias oleh para pelaku usaha. Owner Putra Tapis Pringsewu, Tanti, mengungkapkan bahwa fasilitasi dari PTBA merupakan jembatan emas baginya untuk memperkenalkan kemewahan kain Tapis Lampung kepada konsumen yang lebih luas, serta membuka jaringan pelanggan baru di luar Sumatera.

Senada dengan Tanti, Owner Batik Kujur Kenanga asal Muara Enim, Yusmala Dewi, menilai pameran ini menjadi medium yang sangat efektif untuk mempromosikan identitas budaya Tanjung Enim. “Batik Kujur bukan sekadar kain, melainkan memiliki karakter dan cerita filosofis yang berakar kuat pada kearifan lokal masyarakat kami,” tutur Yusmala.

Sementara itu, dari ranah kerajinan Sumatera Barat, Owner Songket Silungkang (Mojao Art), Arindha Sukma, melihat momentum INACRAFT sebagai sarana edukasi keindahan kualitas tenun.

Arindha menaruh harapan besar agar minat pasar terhadap tenun tradisional terus bertumbuh. “Dengan meningkatnya permintaan pasar, kami tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga memastikan keterampilan menenun yang telah diwariskan antargenerasi ini tetap hidup dan terjaga,” pungkasnya.

Melalui sinergi berkesinambungan antara korporasi dan pelaku usaha di akar rumput, PTBA berharap kekayaan kriya Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu bersaing sebagai komoditas industri kreatif bernilai tinggi.(aep)

Topik Terkait