Home / Berita/ Tragedi Sumur Maut Muara Lawai: Niat Tolong Rekan, Dua Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Kedalaman 12 Meter

Tragedi Sumur Maut Muara Lawai: Niat Tolong Rekan, Dua Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Kedalaman 12 Meter

Niat hati menyelamatkan rekan yang pingsan, seorang pekerja di Desa Muara Lawai justru ikut meregang nyawa di dalam sumur sedalam 12 meter. Keduanya tewas akibat diduga menghirup gas beracun. Proses evakuasi berlangsung dramatis selama hampir lima jam dengan melibatkan tim gabungan dari kepolisian, Damkar, Basarnas, hingga Tim Rescue PT Bukit Asam.

Editor: Kilasan
10 Oktober 2026
16:45 WIB

Kilasan – Upaya memperdalam sumber mata air berujung petaka memilukan di Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim. Dua orang pekerja, H (42) dan A (40), ditemukan tewas setelah terjebak dan pingsan di dalam sumur sedalam 12 meter pada Sabtu (10/10/2026).

Tragedi ganda ini bermula dari niat heroik namun berakibat fatal. Pekerja kedua nekat turun untuk menyelamatkan rekannya tanpa dibekali peralatan keselamatan yang memadai di ruang terbatas (confined space).

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Muara Enim Kompol RTM. Situmorang, menjelaskan bahwa insiden bermula pada pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban H tengah bertugas memperdalam sumur menggunakan pipa paralon untuk mencari sumber mata air.

“Berdasarkan informasi awal di lapangan, korban H turun ke dasar sumur sedalam 12 meter menggunakan tali dengan dibantu anggota keluarganya. Namun nahas, sesampainya di dasar sumur, H tiba-tiba kehilangan kesadaran dan pingsan,” ungkap Kompol Situmorang.

Melihat H tak berdaya, rekannya yakni A (40) panik. Dilandasi rasa solidaritas, A nekat turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Sayangnya, tindakan tanpa perlengkapan safety tersebut justru membawa petaka. Sesaat setelah mencapai dasar, A juga ikut pingsan tak sadarkan diri.

Kepanikan seketika melanda lokasi kejadian. Saksi mata yang melihat kedua korban tak kunjung merespons langsung berteriak meminta pertolongan dan melapor kepada pemilik rumah. Laporan darurat tersebut kemudian diteruskan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Bhabinkamtibmas setempat.

Merespons kedaruratan tersebut, personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Muara Enim langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mengingat medan evakuasi yang sempit dan minim oksigen, operasi penyelamatan dilakukan secara terpadu melibatkan Tim Rescue gabungan dari Damkar, Basarnas, serta bantuan tenaga ahli dari Tim Rescue PT Bukit Asam (PTBA).

Setelah melalui proses penarikan yang sangat hati-hati, kedua tubuh korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sumur sekitar pukul 12.50 WIB. Keduanya langsung dilarikan ke RSUD HM Rabain Muara Enim untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, namun nyawa keduanya dipastikan telah tiada.

Terkait penyebab pasti kematian, dugaan kuat mengarah pada keberadaan gas berbahaya tak kasat mata yang terperangkap di dasar sumur, sehingga membuat kedua korban mengalami asfiksia (kekurangan oksigen) atau keracunan fatal.

Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa dugaan tersebut belum bisa dinyatakan sebagai penyebab kematian yang terkonfirmasi secara medis. Pasalnya, pihak keluarga dari kedua korban telah menyatakan ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Pihak keluarga kedua korban menyatakan tidak bersedia dilakukan visum et repertum maupun autopsi, dan telah bersedia membuat surat pernyataan resmi penolakan. Selanjutnya, jenazah langsung diserahkan dan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman,” jelas Situmorang.

Menyikapi insiden mematikan ini, Polres Muara Enim mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat agar memprioritaskan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama saat beraktivitas di ruang tertutup dan dalam seperti sumur.

“Masyarakat diminta tidak sembarangan turun ke dalam sumur tua atau galian dalam tanpa melakukan pengecekan kondisi sirkulasi udara dan tanpa menggunakan peralatan keselamatan yang memadai. Apabila terjadi keadaan darurat, jangan mengambil risiko konyol dengan masuk tanpa tabung oksigen atau safety harness. Segera hubungi petugas penyelamat terlatih,” pungkasnya.(aep)

Topik Terkait