Kilasan – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam skala besar kembali mengancam wilayah Kabupaten Muara Enim. Hamparan lahan seluas kurang lebih 33 hektare di Desa Patra Tani, Kecamatan Muara Belida, hangus terbakar pada Rabu (30/9/2026).
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, menegaskan bahwa operasi pemadaman darurat langsung diinstruksikan sesaat setelah masuknya laporan titik api (hotspot) dari Camat Muara Belida.
“Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Posko Gelumbang langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, petugas mendapati kondisi lahan sudah mengeluarkan asap tebal. Pemadaman kemudian dilakukan secara terpadu untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke area lain,” ungkap Abdurrozieq, Kamis (1/10/2026).
Mengingat luasnya area yang terbakar, operasi penaklukan si jago merah ini melibatkan kekuatan penuh sebanyak 60 personel gabungan. Pasukan ini terdiri dari unsur BPBD Posko Gelumbang, prajurit Koramil 404-01 Gelumbang, Satpol PP, Damkar Kecamatan Muara Belida, regu Damkar PT IAL, perangkat kecamatan, serta dibantu oleh masyarakat Desa Patra Tani.
Demi mempercepat penanganan, dukungan armada dan peralatan teknis dimobilisasi ke titik api. Dari unsur BPBD Posko Gelumbang, diterjunkan satu unit mobil suplai berkapasitas 5.000 liter, satu motor trail kerangkeng, empat mesin pompa jinjing, delapan selang machino, dan tiga nozzle.
Daya gempur pemadaman dipertebal oleh jajaran Koramil 404-01 Gelumbang yang mengerahkan enam motor trail taktis dan satu unit mobil pemadam, serta tiga unit kendaraan pemadam khusus dari PT IAL.
Hingga laporan diperbarui pada Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB, kepulan asap tebal masih menyelimuti lokasi kejadian. Tim gabungan terpaksa melanjutkan operasi pendinginan (cooling down) pada keesokan harinya untuk menyisir dan mematikan bara api yang tersembunyi.
“Tim gabungan hari ini kembali melanjutkan pemadaman untuk memastikan seluruh titik api dan bara yang masih tersisa dapat tertangani, sehingga tidak kembali memicu kebakaran susulan saat cuaca panas,” tegas Abdurrozieq.
Terkait pemicu kebakaran masif ini, pihak berwenang belum dapat menarik kesimpulan. Identitas pemilik lahan maupun penyebab pasti kemunculan api masih belum diketahui dan dalam tahap pendalaman.
Selain berjibaku di garis depan, tim satgas karhutla juga mengintensifkan langkah preventif melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat. Warga diberikan pemahaman dan peringatan keras agar tidak lagi membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan metode bakar (slash-and-burn) demi mencegah terulangnya bencana ekologis serupa di kemudian hari.(aep)
