Home / Berita/ Perbaikan Jalinsum Belimbing–Simpang Meo Picu Risiko Kecelakaan, Pengendara Diminta Waspada

Perbaikan Jalinsum Belimbing–Simpang Meo Picu Risiko Kecelakaan, Pengendara Diminta Waspada

Perbaikan Jalinsum ruas Belimbing–Simpang Meo di Muara Enim menimbulkan banyak lubang berbahaya, memicu risiko kecelakaan dan mendorong pengendara untuk lebih waspada serta mendesak percepatan perbaikan.

Editor: Kilasan
6 Mei 2026
07:19 WIB

Kilasan – Proses perbaikan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Belimbing–Simpang Meo di Kabupaten Muara Enim justru memunculkan potensi bahaya baru bagi pengguna jalan. Sejumlah titik badan jalan yang tengah dikeruk kini berubah menjadi lubang-lubang yang rawan memicu kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang sebelumnya relatif mulus kini mengalami perubahan signifikan akibat proses pengerukan aspal (milling). Lubang dengan ukuran bervariasi tersebar di sejumlah titik, membuat pengendara—terutama roda dua—harus ekstra waspada.

Salah satu pengguna jalan, Roni (35), mengaku kondisi tersebut cukup mengejutkan karena terjadi dalam waktu singkat.

“Kalau tidak siap dan agak ngebut bisa saja terbalik. Apalagi kalau tidak tahu jalan sedang diperbaiki. Meski lubangnya tidak terlalu dalam, tetap saja kaget,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Risiko semakin meningkat pada malam hari akibat minimnya penerangan, serta saat hujan turun yang membuat lubang tertutup genangan air dan sulit terdeteksi. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pengendara kehilangan kendali.

Meski demikian, masyarakat tetap mendukung upaya perbaikan jalan yang dinilai memang sudah mendesak. Namun, mereka berharap proses pengerjaan tidak berlangsung terlalu lama dan dilakukan secara maksimal.

“Jangan sampai dibiarkan berminggu-minggu. Penambalan juga harus rapi dan rata agar nyaman dilalui,” tambah Roni.

Sementara itu, pihak kontraktor melalui pengawas PT Sechon Palembang, Fitrah, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini hanya sebatas pengerukan aspal sesuai kontrak, mulai dari Belimbing hingga Sugih Waras (Simpang Meo).

“Kami hanya melakukan pengerukan. Untuk penambalan dilakukan oleh pihak lain. Tugas kami memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi,” jelasnya.

Situasi ini menuntut perhatian serius dari seluruh pihak terkait agar proses perbaikan berjalan cepat dan terkoordinasi, sehingga tidak menimbulkan risiko berkepanjangan bagi pengguna jalan.

Pengendara pun diimbau untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, serta berhati-hati saat melintasi jalur tersebut guna menghindari kecelakaan.(aep)

Topik Terkait